Hentikan Bullying Pada Film Stip Dan Pensil

kasus bully dapat dihentikan jika tidak ada anggapan kedudukan perekonomian dalam sebuah sekolah. Film Stip dan Pensil akan membuktikannya.

Kali ini, para penonton Indonesia akan disuguhkan dengan hiburan film comedy yang akan bertabur bintang komika, kali ini para komika akan menghibur penonton Indonesia melalui film online Stip dan Pensil diproduksi oleh MD Pictures. Manoj Punjabi selaku produser dari film ini memilih Ernest Prakasa sebagai pemeran utama.

Selain Ernest Prakasa juga ada bintang utama lainnya seperti Tatjana Saphira, Panji Pragiwaksono, Indah Permatasari, Ardit Erwandha, Rangga Azof, Gita Bhebhita, Arie Kriting dan Ge Pamungkas serta banyak komika lainnya. Penulis naskah skenario dari film garapan Ardhy Octaviand ini ialah Joko Anwar yang akan tayang pada 19 April 2017 nanti.

Nasib anak orang kaya yang kena bullying

Bullying merupakan kasus yang mengerikan seolah tidak kunjung usai. Khususnya dalam dunia sekolah. Jika biasanya kasus pembulian dilakukan oleh para anak orang kaya yang berkuasa disekolah yang dilakukan kepada anak yang kurang mampu atau mempunyai kemampuan yang rendah sehingga ditakuti oleh anak-anak disekolahnya, namun dalam film Stip dan pensil ini justru berbeda, yang menjadi sasaran bullying adalah anak orang kaya.

Bermula dengan keberadaan geng berisi empat anak SMA yang sok jago dan belagu, karena mereka merupakan anak orang yang berada, mereka adalah Toni diperankan oleh Ernest, Aghi diperankan oleh Ardit, Bubu diperankan oleh Tajtana dan Saras diperankan oleh Indah. Keempat anak tersebut sangat dibenci oleh teman sekolahnya karena bertingkah sangat congkak dan sombong. Bukanya ditakuti justru mereka di bully ramai-ramai oleh teman-temannya.

Pada suatu hari mereka mendapatkan tugas membuat essay mengenai masalah sosial yang diberikan oleh Pak Adam diperankan oleh Panji. Tidak ada yang mau menjadikan mereka sebagai teman kelompok studi. Merasa senasib maka mereka berempat membuat kelompok sendiri dengan menggarap tugas yang diberikan oleh Pak Adam, dimana mereka membuat laporan mengenai kehidupan sosial masyarakat.

Sekolah darurat dibangun oleh anak orang kaya yang kena bullying

Mereka merasa tugas yang sedang mereka kerjakan sangat berat, karena mereka belum pernah bergaul dari lingkungan nyaman mereka. Akhirnya setelah berpikir dengan keras mereka menangkat  isu tentang pendidikan yang susah dicapai oleh anak-anak yang kurang mampu, mereka berempat berinisiatif membangun sebuah sekolah darurat untuk anak pemulung, tuna wisma dan pengemis dengan biaya dari mereka sendiri.

Dengan adanya sekolah darurat yang mereka dirikan disambut dengan sangat gembira oleh anak-anak kurang mampu yang memang ingin sekolah namun terhalang biaya. Geng anak orang kaya inipun mengalami kehidupan yang baru dimana mereka harus menjadi guru dadakan dan mereka merasa sangat dihargai oleh anak-anak tersebut.

Namun kegembiraan mereka terhalang oleh sebagian orang tua murid yang terprovokasi hasutan dari Pak Toro. Pak Toro merupakan pemimpin komunitas tuna wisma dan pemulung didaerah tersebut. geng anak orang kaya ini tidak menyerah, mereka berusaha membujuk Pak Toro namun mereka justru menghadapi masalah yang lainnya, mereka hampir saja menyerah namun saat berada dalam sebuah intimidasi dan tekanan ide dan kreatifitas justru muncul sehingga mereka akhirnya membuktikan jika mereka bukanlah anak orang kaya yang sombong.

Film ini diangkat dari permasalahan Bullying yang tengah merebak pada kalangan anak sekolah. Pada film bandar togel ini akan memberi pesan untuk para penonton agar dapat menerapkan sekolah tanpa Bullying dengan menghentikan tindakan Bullying disekolah dan menyama ratakan kedudukan siswa disekolah.

Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa 1

Inilah deretan 5 film di tanah air yang digelari sebagai film terlaris sepanjang masa yang perlu diketahui oleh para penggemar nonton.

Walaupun di tahun 2017 ini juga cukup banyak film nasional yang dirilis tetapi tahun 2016 lalu tetap merupakan musim yang paling istimewa untuk dunia perfilman di Indonesia.  Setelah Laskar Pelangi yang mampu bertahan selama 8 tahun di posisi pertama, di tahun lalu dirilis 4 film yang ternyata menduduki daftar  10 besar Film Nasional paling laris sepanjang masa dan memecahkan rekor Laskar Pelangi. Satu di antaranya adalah film komedi yang merupakan tribute terhadap grup komedi Indonesia paling legendaries yaitu Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss part 1. Selain itu ada film-film lain yang juga sukses meraih banyak pengunjung serta penghasilan terbesar. Berikut adalah ulasannya togel online.

Daftar 5 film Indonesia terlaris sepanjang masa

Inilah 5 film paling laris selama 1 dekade terakhir ini.

  1. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016)

Film ini adalah remake dari film Warkop DKI  yang mencapai puncak keemasan di tahun 90-an. Tak sia-sia sudah ditunggu sekian lama oleh para penggemar setia grup komedi ini, film yang dibintangi oleh Tora Sudiro (Indro), Abimana Aryasetya (Dono), dan Vino G. Bastian (Kasino) ini sukses meraih perolehan 2.3 juta penonton walaupun belum  genap seminggu tayang di layar lebar. Film itu pun diganjar dengan dua penghargaan dari MURI sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak dalam satu hari dan film  yang mencapai angka jutaan  penonton dalam waktu paling singkat. Dengan biaya pembuatan film mencapai 25 miliar rupiah, film remake ini sukses meraih pendapatan hingga 240 miliar rupiah.

  1. Laskar Pelangi (2008)

Film yang diadaptasi dari novel Andrea Hirata ini sukses meraih apresiasi penonton sejumlah 4.7 juta pengunjung hingga akhir tayangnya di bioskop. Film yang penuh inspirasi ini dibintangi oleh deretan pemain film legendaries Indonesia mulai dari Slamet Rahardjo, Mathias Muchus, Cut Mini, Tora Sudiro, dan lain-lain. Laskar  Pelangi yang digarap di Belitung  ini sukses memperoleh pendapatan hingga sekitar 60-an miliar dan bertahan selama 8 tahun sebagai film terlaris sepanjang masa sebelum tergeser oleh film komedi Warkop DKI Reborn. Tangan dingin Riri Riza sebagai sutradara memang sudah tak diragukan lagi dalam menggarap film-film berkualitas.

  1. Habibie dan Ainun (2012)

Film yang dirilis di penghujung tahun 2012 itu memang menarik perhatian penonton Indonesia karena mengangkat kehidupan dan kisah cinta mantan presiden Indonesia yang ke-3. Dibintangi oleh Bunga Citra Lestari dan Reza Rahardian, film yang digarap dengan modal mencapai 13 miliar ini berhasil meraih pendapatan hingga 100 miliar. Hanya dalam 3 hari penayangan, Habibie dan Ainun berhasil menarik  sekitar 350 ribu penonton,  dan genap seminggu di bioskopsudah 1 juta orang yang menyaksikan film  tersebut.

  1. Ada Apa Dengan Cinta (2016)

Film sekuel ini memang sudah lama ditunggu-tunggu oleh  para penggemar Cinta dan Rangga sejak film pertamanya 14 tahun yang lalu. Tak heran jika film ini berhasil menarik hingga 700 ribuan penonton walaupun belum  genap  sepekan sejak ditayangkan dan meraih pendapatan kotor lebih dari 120 miliar rupiah. Masih dibintangi oleh Dian Sastro dan Nicholas Saputra, ada beberapa pemain tambahan yang juga para actor dan aktris populer tanah air sehingga semakin menambah daya tarik film ini.

  1. Ayat-Ayat Cinta (2008)

Sama seperti Laskar Pelangi, film bioskop ini juga merupakan adaptasi dari novel berjudul sama. Kisah cinta segitiga dengan latar belakang  kampus Al Azhar Kairo yang eksotis membuat Ayat-Ayat Cinta berhasil meraih penonton hingga 3.5 juta orang. Film yang berhasil meraih pendatapan kotor senilai 46 miliar rupiah ini juga akan diproduksi sekuelnya dalam waktu dekat ini dengan jalan cerita yang lebih menarik.

Nah, semoga bisa menambah wawasan Anda.